Umur

Siang-siang panas di jakarta merupakan suatu keadaan yang sangat lumrah dan tidak bisa dipungkiri lagi, semua orang selalu mengeluh soal keadaan yang terjadi di ibukota ini. Begitu pula dengan saya, setiap kali pulang kuliah dan selalu dengan keadaan mood yang tidak terkontrol. Ganti baju, buat es milo, nyalain laptop, dan mendengarkan musik. Di sela kegiatan yang saya lakukan tersebut, terdengar suara wanita tua yang kira-kira umurnya sekitar 65 tahun yang suaranya masih terdengar jelas dan lantang dan berteriak; "kue..kuee.."

"wah si Ibu Kue udah dateng!"

kebetulan banget di cuaca yang sangat panas itu saya sangat lapar, es milo udah ada.. tinggal cemilannya yang belum nih.. kebetulan si Ibu Kue adalah langganan keluarga saya sejak kecil. Dari zaman nenek saya sampai zaman saya si Ibu Kue ini masih tetap eksis berjualan keliling di komplek saya (pas zaman nenek saya, Ibunya si Ibu Kue ini yang berjualan, tetapi sekarang udah almarhum :<). Perawakan si Ibu Kue ini tidak pernah berubah, semenjak saya dari TK, dia selalu berjualan keliling di komplek saya sambil meneriakan kalimat yang sama: "Kuee...Kuee..ada lupis, ada gemblong, ada ketan, ada pastel", Anehnya sampai sekarang dia masih mengeluarkan kalimat yang sama loh! Hanya saja pas zaman saya waktu kecil dia berjualan sendiri dengan membawa beberapa rantang besi (dia masih sangat kuat menenteng pada saat itu) tetapi beberapa tahun belakangan ini dia ditemani oleh seorang gadis muda yang akhirnya membantu dia membawakan rantang-rantang besi tersebut. Kue si Ibu Kue ini sangat enak! very recommended, dan rasanya tidak pernah berubah dari zaman nenek saya. Saya sangat suka gemblongnya dan pastelnya, sambelnya? beuuuuuuuh... mantep banget! Si Ibu Kue selalu menghafal muka saya sedari kecil, dia juga mengenal baik keluarga saya, mulai dari Nenek saya sampai Ibu saya.

Saya sangat salut kepada Ibu Kue, dia merupakan sosok wanita yang mengabdi kepada pekerjaannya. Kita tidak berbicara soal materi disini, sudah pasti dia sukses dengan usaha kuenya tersebut yang dia lakoni lebih dari belasan tahun. Tetapi di umurnya yang renta ini, dia masih melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh wanita sebayanya lagi, di panas terik dan cuaca yang tidak bersahabat (hujan) dia selalu berjualan kue dan mengeluarkan suara lantangnya. Semangat yang benar-benar tidak pernah padam. Saya terharu kepada Ibu Kue, Ibu Kue merupakan representasi emansipasi wanita yang tidak memperhatikan umur sebagai suatu batasan untuk melakukan hal apapun. Semoga post kali ini bermanfaat bagi kalian semua yang membaca, bahwa usaha dan semangat Ibu Kue menginspirasi kita semua di kehidupan ini.

Panjang umur Ibu Kue, I love you.

Dan selamat Hari Ibu Kartini :)

secret letter - 密書

ねえ、ブラック&ホワイト

私はあなたを満たしていない知っている。
と私は、私はあなたに、直接話していない知っている。
しかし、あなたは...知っている
僕は君に恋しているんだ。
その日曜日から、うちの私達の最初の会議..
私はあなたを友達として追加しました。
と思った場合は、親切で謙虚された。
あなたはスマート描画示すれています。
私はあなたの大ファンです。
私はあなたの写真を愛し、イラストを作るにあなたのアイデア。
しかし、その日..から
あなたは私を...だ
あなたは病気だ。
私はかなり..驚いた
しかし、..
私はまだ、私はまだあなたのFacebookを利用し..ストーカーを私称賛よ
ピークのステータスの更新今夜まで。
私は何の問題私..とかはわからない
私は私の気持ちに対処することはできません
あなたは私は怒って、作る
あなたは病気あなたの気分だとした。
どこでも。
私はあなたがこの..を読んでほしい
あなたはこの..について理解していないが、
私は私の気持ちを伝えることができない場合は、..知っている
我々は、..異なっている

ええ..別の..

そうなら、どんな解決策これを解決しなければならないのですか?
私はあなたを...削除できません。 :__________(

Obsesi

"I do not think that obsession is funny or that not being able to stop one's intensity is funny."

Okay..all is well *inhale, exhale*

*saya berjanji saya tidak akan menceritakan apa yang saya lihat secara eksplisit*

beberapa bulan yang lalu saya menemukan kejadian yang cukup mengagetkan (semoga tidak ada oknum yang merasa disini) di situs pertemanan saya. Ternyata kata orang mengenai "facebookmu harimaumu, atau statusmu pedangmu" adalah benar adanya. Gara-gara obsesi, beberapa orang tersinggung akibat ulahnya (dan status facebook). Kali ini saya mempunyai seorang teman yang saya kenal baik dia, baik dari dalam maupun luar. Dia merupakan orang yang sangat cuek dan santai, well, tidak terlalu memperhatikan gaya hidupnya sih, dan tidak terlalu memperhatikan apa yang ada di sekelilingnya dia, yang pasti dia hanyalah pribadi yang sederhana dan tidak terlalu mencolok. Tetapi dalam kurun waktu yang cukup lumayan lama, pribadi dia berubah menjadi orang yang dipenuhi oleh obsesi dan mimpi. Justru itu merupakan hal yang sangat baik, bayangkan, dari orang yang malas dan tidak ada semangat untuk berusaha menjadi orang yang dipenuhi oleh kobaran api semangat dan selalu dalam high tense, dan pada awalnya dia menjadi orang yang benar-benar berbeda seperti yang saya kenal dulu, melihat dari status facebooknya dia selalu menunjukan kalau dia benar-benar dalam keadaan yang sangat menggebu-gebu. Well, saya turut senang dengan keadaan dia yang berubah 180 derajat, tidak tahu kenapa dan apa alasannya yang membuat dia seperti begitu. Lama kelamaan, yang saya lihat sepertinya sekarang dia telah berubah menjadi seorang yang penuh dengan obsesi dan mimpi yang berlebihan, dia ingin mencapai mimpi tersebut bagaimana caranya, walaupun dia berada di bawah tekanan dan keadaan yang tidak memungkinkan. Sehingga obsesi yang membayangi dirinya ini menghantuinya dan memaksa dia untuk lebih kritis dan lebih tajam bila berbicara, well, terdengar ironis memang. Kali ini, saya berpikir bahwa dia bukanlah yang saya kenal, melainkan dia yang dipenuhi oleh mimpi dan obsesi yang kini telah menyatu di dalam dirinya. Menurut saya, mimpi dan obsesi merupakan cerminan dari apa yang kita inginkan dalam kehidupan ini, untuk mencapai obsesi tersebut kita harus berusaha keras dan berpikir bahwa tidak ada satu orangpun dapat menghalangi kita untuk mencapai si obsesi ini. Tetapi pada kenyataannya, sepertinya dia telah mengajak kompromi si obsesi sehingga si obsesi ini menempel di dirinya sehingga dia tidak bisa menemukan tujuannya, sepertinya dia terbelenggu oleh obsesinya sendiri, walaupun intensitas dalam semangatnya semakin menggebu-gebu dan pantang menyerah, si obsesi ini sepertinya "menyuruh" dia untuk menghiraukan yang lain atau bahkan memusnahkan siapapun yang melawannya.
Terdengar agak seram sih, kalo dalam kasus kehidupan sehari-hari katakanlah ada orang yang terpendam obsesinya untuk memiliki si X, dan si orang ini akan melakukan apapun caranya (menghalalkan segala cara) untuk mendapatkan si X, tak peduli apakah si X dimiliki orang lain, kalau memang dimiliki oleh orang lain, si orang ini akan melakukan cara apapun untuk menghabisi si orang yang memiliki si X ini. (saya jadi teringat film Fiksi..hehehe)
Nah, sekilas mengenai obsesi telah saya jelaskan.. masalahnya adalah, apakah dia yang telah terbelenggu oleh obsesinya sendiri akan melakukan hal yang merugikan dan menyinggung perasaan orang lain?

*diam sejenak*

Reach the dream, but don't make the dream become the doll

Distance -Part 2

"Sometimes I think that if I wasn't so good at pretending to be, I'd be better at actually being happy."

Rabu, 20 Agustus 2008, 10.00 pm

Part 2 -Kampus

Aku jengah mendengar kebisingan suara-suara omongan orang luar ketika aku berusaha untuk metatap tatanan kata-kata dalam buku kuliah yang menurutku tak lagi bisa kubaca pada saat itu, kurasa hari-hari pertamaku sebagai mahasiswa bisa dibilang gagal. Banyak orang yang mengenalku dengan baik, tetapi aku tidak bisa akrab dengan mereka. Begitulah aku, aku mengambil tas dan memasukan semua alat-alatku dan mengambil langkah pulang ke rumah.

Melewati rumah Rasa adalah hal yang terlalu biasa bagiku, tetapi bertemu dan mengunjungi keluarganya merupakan hal yang sangat aku rindukan. Rasa berbeda kampus denganku, dia mengambil jurusan Psikologi dan dia tidak kuliah di kota ini. Jelas saja hubunganku dengannya sangat renggang dan banyak alasan mengapa aku tidak bertemu dengan dia sebegitu lamanya (yang menurutku inilah waktu terlama aku tidak bertemu dengan Rasa),

Aku telah menjadi mahasiswa sebuah Universitas dan mengambil jurusan Fisika. Aku bukan mahasiswa yang spektakuler di kampus, bukan juga seorang kutu buku yang setelah kuliah langsung mengambil jalan pintas ke esok hari, yakni pulang. Bulan ini benar-benar berbeda dengan bulan sebelumnya, dimana aku menghabiskan waktu luangku di rumah dengan melakukan hal-hal yang seperti aku pikir sudah merupakan sesuatu yang mencapai titik bosan. Kuliah merupakan hal yang menyenangkan, hanya saja aku bertemu kembali dengan orang-orang munafik yang menyamar dengan menggunakan nama "baik", "ramah", "cantik", dan "setia kawan". Sepertinya aku memang muak dengan SMA, aku selalu dikondisikan dengan pertemuan manusia-manusia yang mempunyai karakter seperti itu, dan, di dunia perkuliahan, Tuhan memang adil, dia mempertemukan aku kembali dengan orang-orang yang berbeda tetapi dengan perlakuan yang sama, different people, same shit. Alasan kenapa aku membenci nama-nama itu? Tidak usah panjang lebar, aku sudah tahu hidup sepertinya berbentuk apa, ada malaikat dan ada iblis. Bahkan, ada pula iblis yang mengaku-ngaku sebagai malaikat, ketika si iblis-iblis palsu ini mencoba untuk menolongku keluar dari masalah, mereka justru membuat teori inversi yang menjerumuskanku lebih dalam ke masalahku. Sepertinya mereka memang iblis biadab yang tidak punya purpose kenapa dan apa tujuan mereka membuatku jatuh seperti ini. Mungkin itu sebuah kebiasaan psikotik yang menyenangkan dan memuaskan mereka, aku biarkan sajalah. Karena itu ini merupakan hal yang sangat mengangguku di awal perkuliahanku, mungkin aku belum menemukan orang yang cocok yang seharusnya bisa kupanggil teman. Layaknya Rasa, yang bisa mendengarkanku dan memberikan aku masukan-masukan yang seharusnya aku lakukan.

Dunia kuliah membuatku sibuk, Fisika bukanlah hal yang mudah untuk dipelajari, banyak tugas dan segala macam yang harus aku selesaikan dalam kurun waktu yang sangat singkat. Mungkin aku telah melupakan semua hal yang aku lakukan selama liburan dan masa dimana aku belum kuliah..

satu hal...

bersambung

痛み - Pain

People are afraid of themselves, of their own reality; their feelings most of all. People talk about how great love is, but that's bullshit. Love hurts. Feelings are disturbing. People are taught that pain is evil and dangerous. How can they deal with love if they're afraid to feel? Pain is meant to wake us up. People try to hide their pain. But they're wrong. Pain is something to carry, like a radio. You feel your strength in the experience of pain. It's all in how you carry it. That's what matters. Pain is a feeling. Your feelings are a part of you. Your own reality. If you feel ashamed of them, and hide them, you're letting society destroy your reality. You should stand up for your right to feel your pain.

人々は、痛みは避けられないと思うかもしれません、苦しんで省略可能です。それが人生..

Kalut

Hampir subuh ini mataku masih terbelalak menatap layar lebar.
Aku mengetahui denan sepenuhnya bahwa ini semuanya salahku,
tetapi aku tidak tahu kenapa aku bisa melalaikan semuanya.
Mata merah ini harusnya bisa jadi lebih berbinar.
Atau mungkin sebaiknya aku dibelah menjadi beberapa aku yang lain?
Agar bisa mengerjakan pekerjaan yang seharusnya telah selesai terdahulu..
tapi kenyataannya aku masih belum bisa menyelesaikan semuanya,
terlambat? tidak.
hanya aku sedang kalut dan dibawah tekanan,
namun bagaimanapun aku tetap mencintai pekerjaan ini.


Dan dari subuh itu maka diriku kembali terbaring, terkulai lemas berharap ketika aku terbangun kembali aku akan sanggup berjalan menuju kekuatan.

Boris



Habis ngeliat-liat album SD, tiba-tiba jadi kangen masa-masa SD nih... hehehe MySpace
teringet kembali masa-masa dimana saya masih polos dan sangat gampang buat dibohongin
*memang begitu sih kenyataannya* MySpace terus masa-masa dimana semua jajanan masih sangat amat murah dan enaak bangeet.. mulai dari dodol-dodolan gopean yang dijual ama abang-abang, terus aneka makanan ringan kaya cha-cha, taro, jetz, chiki, anak mas, mimi, permen kacamata robin, permen karet yang bulet-bulet gitu dengan berbagai macam rasa buah-buahan, mie remez, beng-beng, coklat superman, wafer murah yang dijual ama ibu-ibu terus dicelupin ke coklat gitu, terus ada juga sosis goreng, telor goreng, semuanya pake saos yang katanya di berita ga boleh dimakan (seharusnya, tetep aja saya makan juga hehehe) permen yang awalnya cair lengket-lengket gitu terus dikerasin dengan dibentuk berbagai macam tekstur kaya bunga-bunga gitu, terus ada juga es potong, es kebo, mie rebus, bubur ayam, chiki yang ditaro di gelas coca cola McDonald.. aduh mulai yang dari normal-normal sampe yang aneh sekalipun ada deh pokoknya sampe sampe anak ayam masih idup, keong-keongan, ama ikan mas koki aja sampe dijual! waaaauw MySpace nah, kali ini saya gak akan ceritain masa SD saya beserta jajanan yang saya sebutin tadi, tapi saya mau cerita tentang temen les Oxford (oops, maaf sebut nama Institusi) saya waktu kelas 4 sd yang bernama Boris.

2001

Boris?
iya, namanya M. Rizky Abdullah. Kenapa bisa dipanggil Boris? wah saya gak tau deh kenapa dia bisa dipanggil dengan nama seperti itu, toh pada saat itu saya juga tidak mau memikirkan kenapa namanya bisa menjadi Boris? toh bagus2 udah dikasih nama Rizky.. Dia itu botak dan banyak yang sebel ama dia, akhirnya dia dapet sebutan BORIS di tempat les saya yang artinya BOTAK RISIHMySpace nah, si Boris ini baru pindah ke Jakarta pada saat itu dan seinget saya dia pindahan dari Bandung. Kelakuan dia di tempat les saya bener-bener merugikan temen-temen dan kakak tentornya. Hal yang masih saya inget bener adalah dia ngerusakin kacamata saya sampe pecah DUA-DUAnya, kaca kiri dan kaca kanan, dan mungkin yang masih saya inget tentang kelakuan-kelakuan keji dia adalah:

1. Naro permen karet di kursi saya. (masih sangat make sense untuk jenis penganiayaan fisik kaya gini)
2. Nulis nama tentor les saya dengan besar di papan tulis menggunakan spidol boardmarker yang jelas-jelas ga bisa dihapus terus dibawahnya ditaro embel-embel nama temen saya yang gak bersalah.
3. Ngempesin ban sepeda saya, depan belakang (ini mulai bikin dongkol, secara saya naik sepeda kalo les)
4. Membuang semua ISI dari tempat pensil saya.
5. Minjem cd playstation saya, dan dengan janji akan balikin itu cd besok. sampe sekarang (2010) belum dibalik-balikin. cool!
6. Ngatain orang tua temen saya sampe temen saya nangis dan orang tuanya dateng ke tempat les saya buat ketemu ama Boris.
7. Yang paling parah, Boris berantem ama temen saya sampe kepala temen saya bocor kebentur meja yang ada pakunya. ckckckck... MySpace

Mulai dari situ saya mengutuk Boris supaya dia menerima apa yang telah dia lakukan kepada saya dan teman-teman saya selama 1 tahun les di sana. Dan saya bersumpah ingin cepat-cepat keluar dari sana, beneran deh!! rasanya benar-benar tidak nyaman dengan adanya keadaan seperti itu yang tiap kali pertemuan selalu aja ada keonaran dari Boris.

Hari kelulusan

SENANG!! ya iyalah jelas senang! saya lulus dari tempat les itu dengan nilai yang amat sangat memuaskan, dan akhirnya saya mengucap PUJI SYUKURRR ALHAMDULILAH sekelar dari sana saya tidak akan pernah bertemu Boris lagi! iyaaaa asik asik asik. rasanya penderitaan saya telah berakhir, walaupun penderitaan SD belum berakhir. Yah, lumayanlah berkurang satu penderitaan, daripada tidak sama sekali ya kan? hehehee MySpace Boris mendapat nilai yang sangat baik, aneh sekali. Namun, masa bodoh! yang jelas saya bersumpah bahwa hari dimana saya mendapatkan sertifikat kelulusan itu adalah hari TERAKHIR saya bertemu dengan si Boris.

2003

Saya memang gila bimbel. Sebenernya saya sih ogah-ogahan untuk ikut bimbel, tetapi pada saat kelas satu smp saya disuruh ikut bimbelnya Si Doel anak sekolahan (kali ini saya tidak menyebutkan nama, lho). Well, untuk sekarang saat ini saya sudah merasa lebih bebas karena saya tidak akan bertemu dengan makhluk yang bernama Boris lagi. Saya berpikir bahwa mungkin Boris sudah pindah lagi ke kota lain, saking kelakuannya sangat amat merugikan di semua SD di Jakarta. Dan hari pertama masuk les, *kalo gak salah pelajaran bahasa inggris* saya kena serangan jantung.

Ada Boris. MySpace

Oke, saya pura-pura tenang. Mungkin 3 tahun gak ketemu dia, dia lupa dengan muka saya. Cuman saya ingat benar mukanya seperti apa. Dia belum menyadari kalo teman les bahasa inggrisnya waktu kelas 4 sd yang selalu kena bully kali ini satu tempat les lagi dengan dia. Oke, saya bisa membuat persepsi kalo akhirnya saya lari dari kandang harimau, ke kandang kanibal.
Masih pura-pura sok cool, saya berusaha agar tetap tenang dan tidak terlihat mencurigakan oleh teman-teman baru les saya. pas diabsen oleh kakak tentor, ternyata benar, bahwa dia adalah Boris. Oke, no offense. Mungkin dia telah berubah, pada saat itu saya melihat perawakan dia telah berubah, menjadi pendiam, agak tertutup (secara dia duduk mojok di belakang sendiri dan tidak bergabung dengan teman-teman yang lain) dan akhirnya karena saya penasaran, saya mencoba untuk ngajak ngobrol dia setelah pulang les.

J: "Boris, Boris!!" *dia nengok setelah saya tereak namanya untuk ketiga kalinya*
*terus si Boris ngeliat saya dengan ekspresi muka aneh, agak bingung*
J:"Masih inget gue kan? Gue Jek, yang di Oxford (oops sebut lagi) pas kelas 4 sd"
*masih bengong*
Saya berpikir kalo mungkin ini adalah Boris yang lain. apa jangan-jangan Boris punya kembaran?
J:"Yang ban sepedanya lo rusakin ris, masa lo gak inget sih? Yang lo bocorin kepalanya Dipta pas istirahat?? Yang pas bokapnya Mela dateng ngomel-ngomelin elo?"
*bengong, dan akhirnya.."
B:"Jeko? Iqbal Reza?"
J:"IYAAAAAAA" (dari tadi kek MySpace)
(saya berharap setelah dia INGET saya lagi, dia ga akan berubah ke Boris yang dulu MySpace)
B:"Apa kabar Jek? SMP lo dimana sekarang?"
J:"Baik kok ris, gue di SMP **, lo dimana?"
B:"Oh, gue di Al-A*har, Alpus"
J:"Ohhh. gue kira lo tuh pindah tau"
B:"Pindah? oh iya emang gue mau pindah. Minggu depan kok"
J:"Lah? terus kenapa masuk tempat les ini? sementara lo pindah minggu depan?"
B:"Oh gue emang masuk tempat les ini dari kelas 6 sd, terus apa salahnya gue coba satu hari buat level SMP kelas 1"
J:"Ohh gitu, yaudah deh Ris, kalo gitu gue pulang ya!"
B:"Oke Jek"

Sepertinya dia bukan Boris.
Setelah hari itu saya tidak bertemu lagi dengan Boris untuk jangka waktu yang cukup lama. Saya berpikir kalo dia telah berubah menjadi lebih dewasa dan tidak nakal lagi, 3 tahun merupakan waktu yang cukup lama untuk dia berubah menjadi lebih baik lagi.

2008

Pada saat liburan menunggu masa kuliah, saya pergi ke Barito untuk membeli makanan kucing saya. Sebelum beli makanan kucing, saya gak sengaja nabrak cewek yang lagi jalandan tiba-tiba itu cewek marah-marah ama saya.

"Mas hati-hati dong!"
"Maaf ya"

Setelah saya minta maaf ama dia, menyusul seorang cowo dengan rambut agak panjang sedikit, badannya agak gendut, bawa tas kontainer yang saya sangat yakin bahwa isinya adalah kucing.
Terus si cowok ini manggil-manggil cewe yang tadi marah-marah ama saya dengan nama 'Diah' dan akhirnya si Diah ini nengok ke arah saya. Dan akhirnya mereka pergi ke toko cattery dimana saya juga bertujuan untuk pergi kesitu. Dan pada saat saya milih-milih makanan kucing, si cowok gendut ini ngobrol dengan mas-mas yang punya toko kalo ternyata dia mau jual si Boris, kucing persianya dia.

tiba-tiba nama itu langsung mengingatkan saya ke masa sd. hahahaha MySpace memang benar Boris tidak cocok untuk jadi nama orang. Lalu yang bikin saya lebih shock lagi ketika si mas-mas ini ngomong gini:
"Mas Boris yakin mau jual Si Boris?"

What? MySpace

hahahaha saya gak bakalan habis pikir kalo pemiliknya bernama Boris juga.
Namun, setelah saya agak "nguping" dikit, mereka melakukan transaksi, ternyata Si Borisdut (Boris Gendut) ini mau menjual kucingnya ke mas-mas pemilik toko. Dan akhirnya saya mendengar kata kunci "Rizky Abdullah".

Oke, dia Boris.
mukanya tidak berubah, hanya postur badan yang bikin saya shocked.
Saya akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan kenapa si Borisdut ini menjual kucingnya.

*dialog dibuat sedemikian rupa dan seinget saya*
J:"Mas, sorry deh..kok kucing persianya dijual sih? kan bagus banget tuh mas. Dijual berapa?"
B:*sambil ngitung duit dan akhirnya ngomong ke saya* "Ohh, gue gak bisa melihara lagi. 1,3"
J:"Oohh.. wah sayang ya kalo dijual"
B:"Abis kalo nggak dijual diapain? dibuang sayang kan mas, hehehehee *ketawa ala setan*" MySpace
J:"Oohh.. kok namanya Boris sih?"
B:"Hahahaha. wah tau aja lagi namanya Boris, pasti lo denger dari Mas Marwan tadi ngobrol ama gue ya? Panjang ceritanya mas."
J:"oooh iya tadi saya denger nama kucingnya Boris"
*tiba-tiba si Diah ini nyamber aja kaya gledek*
D:"Namanya Boris soalnya nakal banget mas, kaya dia *sambil nyubit pipi Borisdut* waktu SD, ga pernah bisa diem, bikin repot terus bikin stress, hahahahaa *ketawa garing sambil nengok ke arah Borisdut*
B:"hahahahah bisa aja, ya kurang lebih gitulah mas, lagian saya juga ga bisa melihara hewan lagi, toh saya sering kambuh"
J: *interogasi mode on* emang sakit apa lo? waah jangan-jangan asma yaa.."
D:"Bukan mas, dia emang sakitnya bandel banget, kanker darah mas makanya sebelum koit barang-barangnya dijual semuanya, iya kan say *sambil nengok ke arah Borisdut terus ketawa garing lagi* ahahahahahahahahahha"
J: MySpace "Oooh.. ya ampun maaf.." *speechless*
B:"Hahahaha.. nggak apa-apa toh mas, Yaudah deh mas, kalo gitu, Mas Marwan, *sambil ngomong ke Marwan yang lagi sibuk ngurus kucing-kucing yang lain* makasih ya! kita duluan, ayo mas oh iya maafin Diah tadi marah-marah ama lo. Emang lagi sensitif-sensitifnya nih, mari mas"
D:"Mari mas"
J: *masih shock* "Oh iya, mari-mari...

kesimpulannya?
Boris tidak menyadari teman kecilnya pada saat itu. Dia benar-benar lupa, Dia telah berubah dan tidak akan pernah kembali lagi ke masa kecilnya. Dia sakit, seperti pacarnya, Diah menjelaskan kalo sepertinya harapan hidupnya sudah tidak terlalu banyak lagi.

Kenapa sih harus kaya sinetron gini?
Kejadian ini memang terjadi secara tidak sengaja dan benar-benar diluar perkiraan saya. Cuman, saya benar-benar kembali merenungkan bahwa tidak selamanya seseorang akan memiliki satu sifat selama permanen. Berarti, Boris yang transient ini memang benar-benar berubah dikarenakan lingkungan, keadaan fisik, dan juga mental yang mengubahnya. Tuhan benar-benar mengubahnya pada saat ini. Ini merupakan pelajaran penting buat saya. Sampai sekarang saat ini, Boris tidak ada kabar dan tidak ada di situs social networking. Tidak ada berita yang pasti. Teman-teman les Oxford (oops) saya pun juga tidak mengetahui dimana dia sekarang.

Untuk Boris, Intellectual growth should commence at birth and cease only at death
dimanapun lo berada, kita temen-temen lo selalu merindukan dan sangat ingin bertemu dengan lo.